seiring dengan perkembangan mobile technology, vendor ponsel berlomba-lomba untuk mengeluarkan telepon dengan kemampuan seperti desktop PC. Salah satu fitur yang diadaptasi adalah internet browsing. pada awal-awal gw mempunyai ponsel, browser gw hanya mampu untuk membuka halaman WAP hitam putih (maklum, ponsel gw masih monochrome), yang adalah S45. walaupun demikian, biaya koneksi GPRS kala itu masih mahal (relatif terhadap gw yang waktu itu masih status mahasiswa-belum-berpenghasilan =D), yaitu Rp30/KB (simpati).
seiring perkembangan layar besar, berwarna dan penggunaan sistem operasi mobile, seperti symbian ataupun windows mobile, semua ponsel mid dan high-end mampu dengan mudah untuk membuka halaman web seperti browsing di desktop pada umumnya (walaupun tampilannya mungil-mungil) karena sudah dilengkapi WEB browser bawaan, lalu bagaimana dengan nasib ponsel low-end yang hanya bisa WAP browsing?
nah, untuk ponsel low-end (tapi tidak tertutup untuk ponsel mid hingga high-end) yang support java, ada berita bagus walau bukan barang baru sih. gw udah mulai pakai software ini 1 tahun yang lalu, saat itu masih versi 3.0.
yap! apalagi kalo bukan Opera Mini. versi terakhir yang dirilis adalah versi 4.1. kalo gw lihat-lihat di suatu website lokal yang jualan ponsel, ponsel-ponsel sekarang dengan harga <>datanya dengan cara dial-up/telepon biasa)
Opera Mini, bagaimana cara mendapatkan?
cara download software ini adalah dengan mengunjungi situs mini.opera.com dari WAP (atau WEB) browser bawaan ponsel. lalu dari sana tinggal pilih donwload (varian software yang paling sesuai untuk ponsel tersebut akan langsung dipilihkan). besarnya installer hanya sekitar kurang lebih 100KB, jadi ga makan banyak biaya lah untuk awalnya. setelah downlaod akan ada pertanyaan untuk menginstall Opera Mini ini dan dimana software ini akan diletakkan dalam ponsel untuk pemakaian ke depannya. proses instalasi berlangsung dengan cukup mudah, kebanyakan gagal penginstalan disebabkan setting koneksi data (network) yang kurang tepat. tapi percayalah, dengan kesabaran dan itikad baik semua dapat diatasi.. =D detail setting koneksi data (network) berbeda-beda setiap operator telekomunikasi, jadi bisa langsung saja ke website mereka masing-masing yach.. =)
mangapa sebaiknya menggunakan browser Opera Mini jika sudah ada WAP/WEB browser bawaan ponsel?
browser bawaan, sepanjang yang gw pernah kotak-katik, kurang user friendly dan terlihat seperti software "yang penting ada". Opera Mini memiliki kapabilitas yang jauh di atas browser bawaan, seperti fungsi scroll page dengan tombol navigasi (ini fitur yang paling efektif!), besar font yang bisa diubah-ubah sesuai keinginan, pengaturan kualitas gambar yang di-download (berpengaruh terhadap banyaknya transfer data = biaya yang dikeluarkan), speed dial, mobile view, bookmarks, dan masih banyak lagi. untuk ponsel yang mendukung jsr-75 (untuk bisa mengakses memori telepon) dengan versi 4.1 ini dapat juga "save page", download, upload gambar, dan semacamnya yang mengakses memori ponsel. secara teknikal, browser Opera Mini akan berhubungan dengan suatu dedicated server milik opera. data yang hilir mudik antara mereka merupakan data terkompresi. hal inilah yang membuat pe-loading-an halaman web dengan Opera Mini jauh lebih cepat dari pada web/wap browser biasa. efek sampingnya adalah biaya yang lebih murah dibanding dengan browser biasa (errr, ini yang paling keren!) =)
lalu bagaimana dengan security-nya?
sampai Opera Mini 3 Basic (Basic= Java MIDP 1.0), bagan securitynya ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

sedangkan mulai Opera Mini 3 Advanced (Advanced = Java MIDP 2.0), semua jalur koneksi data terenksipsi, seperti bagan di bawah:
keterangan:
walaupun demikian, gw sangat tidak menyarankan untuk menggunakan Opera Mini ini untuk Internet Banking. untuk keperluan ini, gw sarankan untuk menggunakan desktop browser yang terpercaya, misalnya Mozilla Firefox dengan protokol https, seperti biasanya.
gw percaya bahwa mobile browsing seperti Opera Mini ini akan terus berkembang kedepannya, akan tetapi gw agak sedikit terganggu dengan penggunaan server milik Opera. pasalnya, browsing behaviour pengguna-pengguna Opera Mini akan bisa diketahui begitupun dengan password (email) dan data sensitif lainnya, walaupun policy Opera Mini menyatakan bahwa mereka tidak akan menyimpan data-data pengguna, kecuali statistik browsing.
semoga suatu saat putra putri indonesia bisa mengembangkan software seperti ini, mengurangi ketergantungan terhadap luar negeri, sehingga bangsa ini bisa keluar dari pendiktean bangsa lain karena pengumpulan data statistik browsing pengguna Opera Mini di Indonesia.
semoga bermanfaat.
untuk: Indonesia Bisa!
*) semua gambar diambil dari mini.opera.com
01 June 2008
mobile browsing
22 February 2008
adakah monopoli transportasi di batam? jelas!
pernahkah penunggu* merasa jengkel karena tidak punya pilihan? kalo jawabannya "iya" (ataupun turunannya, seperti "ya", "pernah", "sering", dll) berarti gw ga sendirian.. hehehe.. nah, kali ini gw mau berbagi pengalaman tentang adanya monopoli transportasi yang terjadi di batam, yang tak lain tak bukan sangat jelas terlihat ketika seseorang menginjakkan kakinya di batam, yaitu transportasi airport**ketika keluar dari ruang kedatangan bandara Hang Nadim, seseorang akan menyadari bahwa jenis transportasi yang officially ditawarkan di sana hanya satu yaitu taksi. ga ada acara yang namanya ojek, becak, andong, ataupun suster ngesot. dan jangan harap ada taksi non-airport yang berani menawarkan jasa kepada anda secara gamblang. perusahaan taksi official di sana cuma satu, yakni port taxi, yang biayanya ga masuk akal^. sudah jelas bahwa ada praktek monopoli di sini!
sebenarnya gw udah pernah kepikiran untuk ngelaporin hal ini ke kppu (komisi pengawas persaingan usaha) tapi kayaknya agak
setelah melakukan survey yang panjang dan berliku, akhirnya didapatlah kesimpulan-kesimpulan berikut^*:
- jika penunggu tidak sedang terburu-buru dan sedang ingin menghemat pengeluaran, maka solusi untuk masalah transportasi ini adalah jalan kaki. ya, jalan kaki. there was no typo here. atau jika anda punya teman yang punya mobil di batam, minta saja doski untuk menjemput anda (ide gw bener2 brilian yach! =D)
- jika penunggu membudgetkan uang Rp8.000 untuk transportasi keluar bandara, maka inilah jalan keluarnya: naik ojek ke simpang bandara, kemudian naik metro trans rute nongsa-jodoh (ambil yang ke arah simpang kabil). bingung mendapatkan ojek di bandara? yang perlu penunggu lakukan adalah berjalan menuju ke area parkiran dan biasanya di sana terdapat tukang2 ojek yang memang sedang
mencurimencari kesempatan.. detil: ojek ke simpang bandara Rp5.000 dan angkot metro trans ke simpang kabil Rp3.000. - jika penunggu membudgetkan uang Rp12.000 untuk transportasi keluar bandara, maka inilah jalan keluarnya: cari ojek seperti poin #2 langsung deh nawar untuk diantar sampai simpang kabil. gampang bukan?!
- jika penunggu membudgetkan uang Rp50.000 untuk transportasi keluar bandara, rasanya sejumlah uang ini sudah cukup untuk mengantarkan anda bahkan sampai ke rumah (jika rumah berada di sekitar batam center). hal ini bisa dilakukan dengan membuat janji terlebih dahulu dengan supir taksi non-airport untuk menjemput anda di bandara (btw, jangan menghubungi saya! saya bukan salah satu dari mereka!)
notes:
*) penunggu adalah akronim untuk pengunjung ruang tunggu =)
**) perlu dicatat bahwa diasumsikan perjalanan menuju batam dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang. penggunaan moda transportasi lain seperti canoe, getek, ataupun berenang gaya katak tidak dibahas dalam survey/riset ini.
^) tarif port taxi ke batam center Rp70.000, ke bengkong Rp75.000, ke sekupang Rp90.000!
^*) syarat dan ketentuan berlaku: penunggu memang sedang berlibur (bukan sedang dalam urusan kerja yang membutuhkan waktu perjalanan yang sesingkat mungkin) dan tujuan perjalanan adalah simpang kabil, yaitu simpang yang cukup terkenal di batam, karena simpang ini dilalui oleh banyak angkutan umum yang dapat menjangkau banyak daerah2 penting di batam, seperti batam center, muka kuning, batu aji, nongsa, jodoh, dan nagoya.
20 February 2008
bring blog to the next level
(adalah) keinginan yang mendalam untuk berbagi hal yang pernah menguak di dalam kepala ini. bukan untuk mencari kebenaran ataupun sanggahan, karena memang menurutku, segalanya bukanlah mengenai benar ataupun salah.
ruang tunggu
dengan segala kebisingan canda, cinta, ataupun air mata yang ada di dalamnya, wajarlah jika banyak orang berkata bahwa tak mudah untuk menunggu terlalu lama di dalamnya.
Tetapi pertanyaan terpenting adalah akankah mereka akan keluar dari pintu yang berbeda dengan saat mereka masuk? atau akankah mereka akan terperangkap dan menyerah dengan segala suasana kelelahan yang menyelimuti atmosfer di ruangan itu... atmosfer di ruang tunggu?
Subscribe to:
Posts (Atom)
